PROSEDUR PEMILIHAN
PROGRAM PEMBELAJARAN KOMPUTER DAN INTERNET
PROSEDUR PEMILIHAN PROGRAM PEMBELAJARAN
KOMPUTER DAN INTERNET
By
Muhammad Rafli Afrilio Rivanza
Npm
(2011010101)
Selasa,
23 Maret 2021
A. Latar Belakang
Prosedur Pemilihan
program pembelajaran komputer dan internet merupakan salah satu faktor penting
dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Hal tersebut disebabkan adanya
perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan yang menuntut efisiensi dan
efektivitas dalam pembelajaran. Untuk mencapai tingkat efisiensi dan
efektivitas yang optimal, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah
mengurangi bahkan jika perlu menghilangkan dominasi sistem penyampaian
pelajaran yang bersifat verbalistik dengan cara menggunakan media pembelajaran.
maka pendidik dituntut
untuk mengetahui bagaimana prosedur pemilihan pembelajaran komputer dan internet
berfungsi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran.
B. Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah
dalam makalah ini adalah:
1. Apa
yang menjadi dasar pertimbangan prosedur pemilihan pembelajaran komputer dan
internet ?
2. Bagaimana
kriteria pemilhan program pembelajaran komputer dan internet
3. Apa prinsip pemilihan program
pembelajaran komputer dan internet ?
4. Bagaimana
prosedur pemilihan
program pembelajaran komputer dan internet ?
C. Tujuan
Dengan beberapa macam
rumusan masalah di atas, maka dapat bertujuan untuk mengetahui bagaiman cara
yang tepat dalam memilih program pembelajaran komputer dan internet yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
A. DASAR
PERTIMBANGAN PROSEDUR PEMILIHAN PROGRAM PEMBELAJARAN KOMPUTER DAN INTERNET
Pembelajaran yang efektif
memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam proses
pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Meskipun demikian,
kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa seorang pendidik memilih salah satu
media dalam kegiatannya di kelas atas dasar pertimbangan :
1. Pendidik
merasa sudah akrab dengan media itu.
2. Pendidik
merasakan bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik.
3. Media
yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian peserta didik, serta menuntutnya pada
penyajian yang lebih testruktur dan terorganisir.
4. Ingin memberi gambaran
atau penjelasan yang lebih konkret.
Jadi dengan dasar pertimbangan inilah yang
diharapkan oleh pendidik agar dapat memenuhi kebutuhannya dalam mengajar.
Beberapa faktor perlu dipertimbangkan, misalnya tujuan instruksional yang ingin
dicapai, karakteristik peserta didik atau sasaran, jenis rangsangan belajar
yang diinginkan (audio, visual, gerak, dan seterusnya), keadaan lingkungan,
kondisi setempat dan luasnya jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor
tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam keputusan pemilihan program
pembelajaran komputer dan internet.
Pada
tingkat yang menyeluruh dan umum pemilihan program pembelajaran komputer dan
internet dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
1. Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang
meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu
yang tersedia (waktu mengajar dan pengembangan materi dan media), sumber-sumber
yang tersedia (manusia dan material).
2. Persyaratan isi, tugas,
dan jenis pembelajaran. Isi pembelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin
dilakukan peserta didik, misalnya penghafalan, penerapan keterampilan,
pengertian hubungan-hubungan, atau penalaran dan pemikiran tingkatan yang lebih
tinggi. Setiap katagori pembelajaran itu menuntut perilaku yang berbeda-beda
dan dengan demikian akan memerlukan teknik dan media yang berbeda-beda pula.
3. Hambatan dari sisi siwa
dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca,
mengetik, dan menggunakan komputer, dan karakteristik peserta didik lainnya.
4. Pertimbangan lainnya
adalah tingkat kesenangan dan keefektivan biaya.
5. Pemilihan media sebaiknya
mempertimbangkan pula:
a. Kemampuan mengakomodasikan
penyajian stiimulus yang tepat (visual dan / atau audio).
b. Kemampuan
mengakomodasikan respon peserta didik yang tepat (tertulis, audio, dan / atau
kegiatan fisik)
c. Kemampuan
mengakomodasikan umpan balik
d. Pemilihan media utama dan
media skunder untuk penyajian informasi dan stimulus.
6. Media skunder harus
mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil menggunakan media yang
beragam. Dengan penggunaan media yang beragam, peserta didik memiliki
kesempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi dengan media yang paling
efektif sesuai dengan kebutuhan belajar mereka secara perorangan.
Adapun
hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran yang
tepat menurut Rasimin, dkk., antara lain :
a. Acces, artinya media yang
diperlukan dapat tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan siswa.
b. Cost, artinya media
yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaannya dapat dijangkau.
c. Technology, artinya media yang
akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan mudah
d. Interactivity, artinya media yang
akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas.
Sehingga siswa akan terlibat (aktif) baik secara fisik, intelektual dan
mental.
e. Organization, artinya dalam
memilih media pembelajaran tersebut, secara organisatoris mendapatkan dukungan
dari pimpinan sekolah (ada unit organisasi seperti pusat sumber belajar yang
mengelola)
f. Novelty, artinya media yang
dipilih tersebut memiliki nilai kebaruan, sehingga memiliki daya tarik bagi
siswa yang belajar.
Syarat-syarat pemilihan media pembelajaran
yang sesuai dengan proses dan tujuan pembelajaran, antara lain adalah :
1. Harus sesuai dengan
materi yang akan disampaikan.
2. Suatu bahan kajian harus
termasuk dalam konsep media.
3. Pemberian tugas dan
resitasi harus sesuai dengan media yang akan digunakan
4. Harus disesuaikan dengan
kemampuan peserta didik.
5. Pertimbangan jangkauan
suara guru
6. Kemampuan guru.
B. KRITERIA
PEMILIHAN PROGRAM PEMBELAJARAN KOMPUTER DAN INTERNET
Prof. Ely dalam kuliahnya
di Fakultas Pascasarjana IKIP Malang tahun 1982 mengatakan bahwa pemilihan
media seyogyanya tidak terlepas dari konteknya bahwa media merupakan komponen
dari sistem intruksional secara keseluruhan, karena itu meskipun tujuan dan
isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik peserta didik,
strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan
sumber, serta prosedur penilainnya juga perlu dipertimbangkan.
Ada beberapa kriteria
umum yang perlu diperhatikan dalam memilih media yaitu:
1.
Kesesuaian dengan Tujuan
(intructional goals)
Perlu
dikaji tujuan pembelajaran apa yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan
pembelajaran. Kemudian bisa dianalisis media apa saja yang cocok guna mencapai
tujuan tersebut.
2. Kesesuaian dengan Materi
Pembelajaran (intructional content)
Yaitu
bahan atau kajian apa yang diajarkan pada program pembelajaran tersebut.
Pertimbangan lainnya dari bahan atau pokok bahasan tersebut sampai sejauhmana
keadaan yang harus dicapai, dengan demikian kita bisa mempertimbangankan media
apa yang sesuai dengan menyampaikan bahan tersebut.
3. Kesesuaian dengan
Karakteristik Pembelajaran atau Peserta didik
Dalam
hal ini media haruslah familiar dengan karakteristik peserta didik atau
pendidik. Yaitu mengkaji sifat-sifat dan ciri-ciri media yang akan digunakan.
Hal lainnya karakteristik peserta didik, baik secara kuantitatif (jumlah)
ataupun kualitatif (kualitas, ciri dan kebiasaan lain) dari peserta didik
terhadap media yang akan digunakan.
4. Kesesuaian dengan Teori
Pemilihan
media ini harus didasarkan atas kesesuaian dengan teori. Media yang dipilih
bukan karena fanatisme pendidik terhadap suatau media yang
dianggap paling bagu, namun didasrkan atas teori yang diangkat dari penelitian
dan riset sehingga telah teruji validitasnya. Pemilihan media
harus merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran yang fungsinya
untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas pembelajaran.
5. Kesesuaian dengan Gaya
Belajar Peserta didik
Kriteria
ini didasarkan atas kondisi psikologis peserta didik, bahwa peserta didik
belajar dipengaruhi pula oleh gaya belajar peserta didik.
6. Kesesuaian dengan Kondisi
Lingkungan, Fasilitas Pendukung, dan Waktu yang Tersedia
Bagaimanapun
bagusnya sebuah media apabila tidak didukung oleh fasilitas waktu yang tersedia
maka kurang efektif. Media juga terkait dengan user atau penggunaanya dalam hal
ini pendidik, jika pendidik tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan media
tersebut dengan baik maka akan sisa-sia, begitu juga fasilitas lainnya. Mengingat begitu banyaknya media yang bisa
kita pilih (pakai) sesuai dengan kriteria tersebut diatas, namun pada dasarnya
kita bisa memilih media berdasarkan kriteria berikut :
1. Kelaikan Praktis, hal ini berhubungan
dengan keakraban pengajar dengan media, ketersediaan media setempat,
ketersediaan waktu untuk mempersiapkan, ketersediaan sarana dan fasilitas
pendukung.
2. Kelaikan Teknis, hal ini
berkaitan dengan terpenuhinya persyaratan bahwa media yang dipilih mampu untuk
merangsang dan mendukung proses belajar peserta didik. Dalam hal ini terdapat
dua macam mutu yang perlu dipertimbangkan. Pertama kualitas pesan, yang
meliputi relevansi dengan tujuan belajar, kejelasan dengan struktur pengajaran,
kemudahan untuk dipahami, sistematika yang logis. Kedua kualitas visual, hal
ini megikuti prinsip-prinsip visualisasi seperti keindahan (menarik
membangkitkan motivasi), kesederhanaan (sederhana jelas terbaca), penonjolan
(penekanan pada hal yang penting), keutuhan (kesatuan konseptual) keseimbangan
(seimbang dan harmonis).
C. PRINSIP-PRINSIP
PEMILIHAN PROGRAM PEMBELAJARAN
Secara garis besar
beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran,
yaitu:
1. Harus adanya kejelasan
tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran. Apakah pemilihan media
itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar
hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi, apakah untuk pembelajaran
kelompok atau individu, apakah sasarannya peserta didik TK, SD, SMA, atau
peserta didik Sekolah Dasar Luar Biasa, masyarakat pedesaan ataukah masyarakat
perkotaan.
2. Karakteristik Media
Pembelajaran. Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu, baik
dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya. Memahami
karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus
dimiliki dalam kaitannya dengan pemilihan media pembelajaran. Disamping itu,
hal ini memberikan kemungkinan bagi kita untuk menggunakan berbagai media
pembelajaran secara bervariasi.
3. Alternatif Pilihan, yaitu
adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan. Dengan
demikian kita bisa menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan
dipilih.
Dari segi teori belajar,
berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat
pertimbangan dalam pemilihan media adalah sebagai berikut:
1. Motivasi. Harus ada
kebutuhan, minat, atau keinginan untuk belajar dari pihak siswa sebelum meminta
perhatiannya untuk mengerjakan tugas dan latihan. Lagi pula,pengalaman yang
dialamai siswa harus relevan dengan dan bermakna baginya. Oleh karena itu, perlu
untuk melahirkan minat itu dengan perlakuan yang memotivasi dari informasi yang
terkandung dalam media pembelajaran itu.
2. Perbedaan individual.
Siswa belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang berbeda-beda.
Faktor-faktor seperti intelegensi, tingkat pendidikan, kepribadian, dan gaya
belajar mempengaruhi kemampuan dan kesiapan siswa untuk belajar. Tingkat
kecepatan penyajian informasi melalui media harus berdasarkan kepada tingkat
pemahaman.
3. Tujuan pembelajaran. Jika
siswa diberitahukan apa yang diharapkan mereka pelajari melalui media
pengajaran itu, kesempatan untuk berhasil dalam pembelajaran semakin besar.
4. Organisasi isi.
Pembelajaran akan lebih mudah jika isi dan prosedur atau ketrampilan fisik yang
akan dipelajari diatur dan diorganisasikan ke dalam urut-urutan yang bermakna.
Siswa akan memahami dan mengingat lebih lama materi pelajaran yang secara logis
disusun dan di urut-urutkan secara teratur.
5. Persiapan sebelum
belajar. Ketika merancang materi pelajaran, sebaiknya perhatian harus ditujukan
kepada sifat dan tingkat persiapan siswa.
6. Emosi. Pembelajaran yang
melibatkan emosi dan perasaan pribadi serta kecakapan amat berpengaruh dan
bertahan.
7. Partisipasi. Agar pembelajaran berlangsung
dengan baik, seorang siswa harus menginternalisasi informasi, tidak sekedar
diberitahukan kepadanya. Oleh sebab itu, belajar memerlukan kegiatan. Dengan
partisipasi, kesempatan lebih besar terbuka bagi siswa untuk memahami dan
mengingat materi pelajaran itu.
8. Umpan balik. Hasil
belajar dapat meningkat apabila secara berkala siswa diinformasikan kemajuan
belajarnya. Pengetahuan tentang hasil beajar, pekerjaan yang baik, atau
kebutuhan untuk perbaikan pada sisi-sisi tertentu akan memberikan sumbangan
terhadap motivasi belajar yang berkelanjutan.
9. Penguatan. Apabila siswa
berhasil belajar, ia didorong utnuk terus belajar. Pembelajaran yang didorong
oleh keberhasilan amat bermanfaat, dapat membangun kepercayaan diri.
10. Latihan dan pengulangan.
Sesuatu hal baru jarang sekali dapat dipelajari secara efektif hanya dengan
sekali jalan. Agar suatu pengetahuan atau ketrampilan dapat menjadi kompetensi
atau kecakapan intelektual seseorang, haruslah sering diulangi dan dilatih
dalam berbagai konteks.
11. Penerapan. Hasil belajar yang diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi baru. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk bernalar dan memutuskan dengan menerapkan generalisasi atau prosedur terhadap berbagai masalah atau tugas baru.
D. PROSEDUR
PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMPUTER DAN INTERNET
Berikut ini salah satu
prosedur yang dapat digunakan dalam memilih media pembelajaran yang tepat.
1 . Kegunaan materi
2. Kemenarikan
3. Mengena langsung dengan
tujuan khusus
4. Format sajian
5. Mutakhir atau keontetikan
materi
6. Konsep fakta terjamin
kecermatannya
7. Memenuhi standar selera
8. Keseimbangan kontroversial
9. Tidak mengandung
propaganda
10. Standar kualitas (gambar,
narasi, efek, warna, dll)
11. Struktur materi
direncanakan dengan baik
12. Proses uji coba atau
validasi (tingkat keberhasilan).
Secara umum prosedur
pemilihan media pembelajaran ada enam langkah, yaitu:
1. Menentukan apakah pesan
yang akan disampaikan itu merupakan tujuan pembelajaran atau hanya
sekedar merupakan informasi atau hiburan.
2. Menetapkan apakah media
itu di rancang untuk keperluan pembelajaran atau instruksional atau alat bantu
mengajar (peraga)
3. Menetapkan apakah dalam
usaha mendorong kegiatan belajar tersebut akan digunakan strategi afektif,
kognitif atau psikomotorik.
4. Menetukan media yang
sesuai dari kelompok media yang cocok untuk strategi yang di pilih dengan mempertimbangkan
ketentuan atau criteria, kebijakan, fasilitas, kemampuan produksi dan biaya
5. Mereview kembali
kelemahan dan kelebihan media yang dipilih, bila perlu mengkaji kembali
alternatif-alternatif yang ada
6. Perencanaan pengembangan
dan produksi media tersebut.
E. TIPS
DALAM MEMILIH MEDIA PEMBELAJARAN
Sebelum memutuskan untuk memanfaatkan media
dalam kegiatan pembelajaran di dalm kelas, hendaknya pendidik melakukan seleksi
terhadap media pembelajaran mana yang akan digunakan untuk mendampingi dirinya
dalam membelajarkan peserta didiknya. Berikut ini beberapa tips atau
pertimbangan-pertimbangan yang dapat digunakan pendidik dalam melakukan seleksi
terhadap media pembaelajaran yang akan digunakan.
1. Menyesuaikan Jenis Media
dengan Materi Kurikulum
Sebagai
contoh misalnya, pelajaran Bahasa Arab, untuk kemampuan berbahasa mendengarkan
atau menyimak (maharah istima’), media yang lebih tepat digunakan adalah media
kaset audio. Sedangkan untuk kemampuan menulis atau tata bahasa, maka media
yang lebih tepat digunakan adalah media cetak.
2. Keterjangkauan dalam
Pembiayaan
Dalam
pengembangan atau pengadaan media pembelajaran hendaknya juga mempertimbngakan
ketersediaan anggaran yang ada. Kalau seandainya pendidik harus membuat sendiri
media pembelajaran, maka hendaknya dipikirkan apakah ada diantara sesama
pendidik yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan media
pembelajaran yang dibutuhkan. Kalau tidak ada, maka perlu dijajaki berapa besar
biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan mediannya.
3. Ketersediaan Perngkat
Keras untuk Pemanfaatan Media Pembelajaran
Tidak
ada gunannya merancang dan mengembangkan media secanggih apapun kalau tidak
didukung oleh ketersediaan peralatan pemanfaatannya di kelas. Apa artinya
tersedia media pembelajaran online apabila, disekolah tidak tersedia perangkat
komputer dan fasilitas koneksi ke internet yang juga di dukung oleh Lokal Area
Network (LAN). Sebaliknya, pemilihan media pembelajaran sederhana(seperti
misalnya media kaset audio) untuk dirancang dan dikembangkan akan sangat
bermanfaat karena peralatan / fasilitas pemanfaatannya tersedia di sekolah atau
mudah diperoleh di masyarakat, selain itu sumber energi yang diperlukan untuk
mengoperasikan peralatan pemanfaatan media sederhana juga cukup mudah yaitu
hanya dengan menggunakan baterai kering. Dari segi ekspertis atau
keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan media sederhana
seperti media kaset audio atau transparasi misalnya tidaklah terlalu sulit
untuk mendapatkannya. Tidaklah juga terlalu sulit untuk mempelajari cara-cara
perancangan dan pengembangan media sederhana.
4. Ketersediaan Media Pembelajaran di Pasaran
Karena
promosi dan peragaan yang sangat mengagumkan/ mempesona atau menjanjikan
misalnya, sekolah langsung tertarik untuk membeli media pembelajarn yang
ditawarkan. Namun sebelum membeli media pembelajrannya (program), sekolah harus
terlebih dahulu membeli perangkat keras untuk pemanfaatannya.
Setelah peralatan pemanfaatan media pembelajarannya dibeli ternyata di antara
pendidik ada atau belum tanu bagaimana cara-cara mengoperasikan peralatan,
pemanfaatan media pembelajaran media pembelajaran yang akan diadakan tersebut.
Di samping itu media pembelajarannya (program) sendiri ternyata sulit
didapatkan di pasaran sebab harus dipesan terlebih dahulu untuk jangka waktu
tertentu.
5. Kemudahan Memanfaatkan
Media Pembelajaran
Aspek
lain yang juga tidak kalh pentinnya untuk dipertimbangkan dalam pengembangan
atau pengadaan media pembelajaran adalah kemudahan pendidik atau peserta didik
memanfaatkannya. Tidak akan terlalu bermanfaat apabila media pembelajaran
dikembangkan sendiri atau yang dikontrakkan pembuatannya ternyata tidak mudah
dimanfaatkan, baik oleh pendidik maupun oleh peserta didik. Media yang
dikembangkan atau dibeli tersebut hanya akan berfungsi sebagai pajangan di sekolah.
F. PEMILIHAN MEDIA
PEMBELAJARAN
Setiap media pembelajaran
memiliki keunggulan masing-masing, maka dari itulah kita diharapkan dapat
memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Dengan
harapan bahwa penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan
pembelajaran.
Adapun dalam memilih media, perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Memahami karakteristik
setiap media
2) Sesuai dengan tujuan yang
hendak dicapai
3) Sesuai dengan metode
pelajaran yang digunakan
4) Sesuai dengan materi yang
dikomuniasikan
5) Sesuai dengan keadaan
peserta didik
6) Sesuai dengan situasi dan
kondisi lingkungan, kemudahan memperoleh media
7) Sesuai dengan
keterampilan pendidik menggunakannya
8) Ketersediaan waktu
menggunaknnya
9) Sesuai dengan taraf
berfikir peserta
Kesimpulan
Memilih media hendaknya
tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan didasarkan atas kriteria
tertentu. Kesalahan pada saat pemilihan, baik pemilihan jenis media maupun
topik yang dimediakan, akan membawa akibat panjang yang tidak kita inginkan
dikemudian hari.
Ada beberapa prinsip dalam memilih media
pembelajaran yang harus diperhatikan oleh pendidik, yang terpenting dalam
pemilihan media pembelajaraan dimaksud adalah adanya patokan yang digunakan
pada proses pemilihan media itu. Pemilihan dan penggunaan suatu media
pembelajaran harus melibatkan tenagan yang mampu, terampil, dan profesional
untuk memanfaatkannya disetiap lembaga pendidikan. Biaya yang dibutuhkan juga
harus tersedia dan terjangkau oleh suatu lembaga pendidikan yang bersangkutan.
Setiap media pembelajaran memiliki
keunggulan masing-masing, maka dari itulah kita diharapkan dapat memilih media
yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwa
penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan
pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran.
Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2007.
Mukhtar. Desain Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam. Jakarta: CV. Misaka Galiza. 2003.
Nurhasnawati. Media
Pembelajaran. Pekanbaru: Pusaka Riau. 2011.
Rasimin, dkk. Media Pembelajaran :
Teori dan Aplikasi.Yogyakarta : Trust Media Publishing. 2012.
PEMANFAATAN INTERNET PEMBUATAN WEB DALAM PEMBELAJARAN
APA, MENGAPA DAN BAGAIMANA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB By. Muhammad Rafli Afrilio Rivanza (2011010101) Pembelajaran berbasis web yan...




